Malin Kundang

Kisah seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan mendapat kutukan menjadi batu.

Mulai Membaca
Asal Daerah
Sumatera Barat
Suku Bangsa
Suku Minangkabau
Kategori
Legenda
Pesan Moral
Pentingnya berbakti kepada orang tua dan tidak boleh malu dengan asal-usul

Di sebuah desa miskin di pesisir Sumatera Barat, hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama anaknya, Malin Kundang.

Malin Kundang bertekad pergi merantau untuk mengubah nasib keluarganya yang miskin.

Dengan berat hati, ibunya melepas kepergian Malin dengan harapan suatu hari ia akan kembali membawa kebahagiaan.

Di tanah rantau, Malin bekerja keras dan akhirnya menjadi pedagang yang kaya raya.

Ia menikah dengan gadis bangsawan dan hidup mewah, namun mulai malu dengan asal-usulnya yang miskin.

Setelah bertahun-tahun, Malin kembali ke kampung halamannya dengan kapal besar dan kekayaan melimpah.

Ibunya yang sudah tua dan renta berlari memeluk anaknya dengan penuh kegembiraan.

Namun Malin malu dengan ibunya yang lusuh dan miskin, ia menyangkal sebagai anaknya di hadapan istrinya.

Hati ibunya hancur dan ia mengutuk Malin agar menjadi batu. Tiba-tiba badai besar datang dan Malin beserta kapalnya berubah menjadi batu.

Diskusi & Komentar

Bagikan Pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Membacakan cerita...