Budaya dan Tradisi 1 menit baca

Tari Kecak: Ritual Spiritual yang Menjadi Seni Pertunjukan

Dr. Sari Budayani
Dr. Sari Budayani 02 Jan 2026
Tari Kecak adalah salah satu seni pertunjukan tradisional Bali yang paling terkenal. Tarian ini unik karena tidak menggunakan alat musik, melainkan hanya suara 'cak' yang dinyanyikan berulang-ulang oleh puluhan penari pria yang duduk melingkar. Asal-usul Tari Kecak berakar dari ritual Sanghyang, sebuah upacara spiritual untuk mengusir roh jahat dari desa. Dalam ritual ini, seseorang akan kerasukan roh (trance) dan menari-nari di atas bara api. Transformasi dari ritual menjadi seni pertunjukan terjadi pada tahun 1930-an, ketika seniman Bali I Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies mengembangkan Kecak menjadi pertunjukan yang menceritakan episode Ramayana. Cerita yang paling sering dipentaskan adalah kisah Sita yang diculik oleh Rahwana, dan perjuangan Rama yang dibantu oleh Hanoman dan pasukan kera untuk menyelamatkannya. Elemen-elemen penting dalam Tari Kecak: - Gerakan tarian yang dinamis - Kostum tradisional yang berwarna-warni - Api sebagai properti utama - Musik vokal 'cak' yang hipnotis - Cerita Ramayana yang klasik Hari ini, Tari Kecak tidak hanya dipentaskan di pura-pura Bali, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mendunia.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam diskusi!

Masuk untuk Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!